DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR 1
DAFTAR
ISI 2
BAB I PENDAHULUAN 3
A.
LATAR
BELAKANG 3
B.
RUMUSAN
MASALAH 4
BAB II PEMBAHASAN 5
A.
ARUS LISTRIK 5
B.
HUKUM OHM DAN HAMBATAN LISTRIK 7
C.
RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH 9
D.
ENERGI LISTRIK DAN DAYA LISTRIK 12
E.
TEGANGAN AC DAN DC 13
F.
PENGUKURAN BESARAN-BESARAN LISTRIK 14
BAB III PENUTUP 15
A.
KESIMPULAN 15
B.
SARAN 15
DAFTAR
PUSTAKA 16
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Listrik merupakan kebutuhan manusia yang sangat penting dalam
kehidupannya.Banyak peralatan yang ada di sekeliling kita selalu menggunakan
bantuan listrik.Berkat bantuan dari listrik-listrik inilah manusia dapat dengan
mudah menyelesaikan pekerjaan mereka. Dalam hal kelistrikan, memang banyak
tokoh yang telah berpartisipasi. Sebut
saja de Coulomb, Alesandro Volta, Hans C. Cersted, dan Andre Marie Ampere.
Mereka ini dianggap "jago-jago" terbaik di bidang listrik. Namun, dari semua itu, orang
tak boleh melupakan satu nama yang sangat berjasa dan dikenal sebagai perintis
dalam meneliti tentang listrik dan magnet. Dialah Michael Faraday, seorang
ilmuwan asal Inggris.
Penemuan Faraday pertama yang
penting di bidang listrik terjadi tahun 1821. Dua tahun sebelumnya Oersted
telah menemukan bahwa jarum magnet
kompas biasa dapat beringsut jika arus listrik dialirkan dalam kawat yang tidak
berjauhan. Dari temuan ini, Faraday
berkesimpulan, jika magnet diketatkan, yang bergerak justru kawatnya.
Bekerja atas dasar dugaan ini, dia berhasil membuat suatu skema yang jelas di mana kawat akan terus-menerus
berputar berdekatan dengan magnet sepanjang arus listrik dialirkan ke kawat.
Sesungguhnya, dalam hal ini Faraday sudah menemukan motor listrik pertama,
suatu skema pertama penggunaan arus listrik untuk membuat sesuatu benda
bergerak.Betapa pun primitifnya, penemuan Faraday ini merupakan "nenek
moyang" dari semua motor listrik yang digunakan dunia sekarang ini.Sejak
penemuannya yang pertama pada tahun 1821, Michael Faraday si ilmuwan autodidak
ini namanya mulai terkenal. Hasil penemuannya dianggap sebagai pembuka jalan
dalam bidang kelistrikan. Listrik dibagi
menjadi dua macam, yaitu listrik dinamis dan listrik statis. Listrik dinamis
mempelajari tentang muatan-muatan listrik
bergerak, yang menyebabkan munculnya arus listrik, sedangkan listrik
statis mempelajari tentang muatan listrik yang diam. Disini saya akan
menjelaskan tentang listrik dinamis.
Listrik Dinamis adalah listrik yang
dapat bergerak, cara mengukur kuat arus pada listrik dinamis adalah muatan
listrik dibagai waktu dengan satuan muatan listrik adalah coulumb dan satuan
waktu adalah detik. Kuat arus pada rangkaian bercabang atau paralel sama dengan
kuat arus yang masuk sama dengan kuat arus yang keluar, sedangkan pada
rangkaian seri kuat arus tetap sama disetiap ujung-ujung hambatan. Sebaliknya
tegangan berbeda pada hambatan. pada
rangkaian seri tegangan sangat tergantung
pada hambatan, tetapi pada rangkaian bercabang tegangan tidak berpengaruh pada hambatan. Semua itu telah
dikemukakan oleh hukum Kirchoff yang berbunyi "jumlah kuat arus listrik
yang masuk sama dengan jumlah kuat arus
listrik yang keluar". Berdasarkan hukum ohm dapat disimpulkan cara
mengukur tegangan listrik adalah kuat arus × hambatan. Hambatan nilainya selalu
sama karena tegangan sebanding dengan kuat arus. tegangan memiliki satuan
volt(V) dan kuat arus adalah ampere (A) serta hambatan adalah ohm.
B. PERUMUSAN MASALAH
1.
Apa
yang dimaksud Arus listrik ?
2.
Apa
pengertian hukum ohm dan hambatan listrik ?
3.
Menjelaskan
rangkaian listrik arus searah
4.
Menjelaskan
energi dan daya listrik
5.
Menjelaskan
tegangan AC dan DC
6.
Bagaimana
cara pengukuran besaran listrik
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
ARUS LISTRIK
Pengertian Arus
Listrik
Arus listrik didefinisikan sebagai aliran muatan listrik melalui
sebuah konduktor.Arus ini bergerak dari potensial tinggi ke potensial rendah,
dari kutub positif ke kutub negatif, dari anoda ke katoda.Arah arus listrik ini
berlawanan arah dengan arus elektron. Muatan listrik dapat berpindah apabila
terjadi beda potensial. Beda potensial dihasilkan oleh sumber listrik, misalnya
baterai atau akumulator.Setiap sumber listrik selalu mempunyai dua kutub, yaitu
kutub positif (+) dan kutub negatif (–).
Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir dari
suatu titik yang berpotensial tinggi ke titik yang berpotensial rendah dalam
waktu satu detik.Peristiwa mengalirnya arus listrik disebabkan karena adanya
elektron yang bergerak.Arus litrik juga dapat diartikan sebagai besarnya
tegangan dibagi besarnya resistansi.
Simbol dari arus listrik adalah “I“, dan terbagi menjadi arus
listrik searah (dc) dan arus listrik bolak balik (ac). Definisi arus listrik
arus searah secara sederhana dapat kita artikan bahwa arus listrik mengalir
secara searah (direct) sehingga pada rangkaian ini ditentukan adanya kutub
positif (+) dan kutub negatif (-). Arus akan mengalir dari kutub positif ke
kutub negatif. Sedangkan pada arus listrik bolak balik, arus akan mengalir
secara bolak-balik karena disebabkan perubahan polaritas tegangan (ac).
Apabila kutub-kutub baterai dihubungkan dengan jalur penghantar
yang kontinu, kita dapatkan rangkaian listrik tampak seperti pada Gambar
7.1(a), diagram rangkaiannya tampak seperti pada Gambar 7.1(b). Dalam hal ini,
baterai (sumber beda potensial) digambarkan dengan simbol
Garis yang lebih panjang menyatakan kutub positif, sedangkan yang
pendek menyatakan kutub negatif.Alat yang diberi daya oleh baterai dapat berupa
bola lampu, pemanas, radio, dan sebagainya.Ketika rangkaian ini terbentuk,
muatan dapat mengalir melalui kawat pada rangkaian, dari satu kutub baterai ke
kutub yang lainnya.Aliran muatan seperti ini disebut arus listrik.
Arus listrik yang mengalir pada
kawat tersebut didefinisikan sebagai jumlah total muatan yang melewatinya per
satuan waktu pada suatu titik. Maka arus
Pengertian Arus Listrik : Rumus Arus
listrik I dapat dirumuskan:
Dengan Q adalah jumlah muatan yang melewati konduktor pada suatu
titik selama selang waktu Dt . Arus listrik diukur dalam coulomb per sekon dan
diberi nama khusus yaitu ampere yang diambil dari nama fisikawan Prancis
bernama Andre Marie Ampere (1775 – 1836). Satu ampere didefinisikan sebagai
satu coulomb per sekon (1 A = 1 C/s). Satuan-satuan terkecil yang sering
digunakan adalah miliampere (1 mA = 10-3 A) atau mikroampere (1mA = 10-6 A).
Alat untuk mengukur kuat arus listrik dinamakan amperemeter (disingkat
ammeter).
Konduktor banyak mengandung elektron bebas.Berarti, bila kawat
penghantar dihubungkan ke kutubkutub baterai seperti pada Gambar 7.1,
sebenarnya elektron bermuatan negatiflah yang mengalir pada kawat. Ketika kawat
penghantar pertama kali dihubungkan, beda potensial antara kutub-kutub baterai
mengakibatkan adanya medan listrik di dalam kawat dan paralel terhadapnya.
Dengan demikian, elektron-elektron bebas pada satu ujung kawat
tertarik ke kutub positif, dan pada saat yang sama elektron-elektron
meninggalkan kutub negatif baterai dan memasuki kawat di ujung yang lain. Ada
aliran elektron yang kontinu melalui kawat yang terjadi ketika kawat terhubung
ke kedua kutub.Sesuai dengan ketentuan mengenai muatan positif dan negatif, dianggap
muatan positif mengalir pada satu arah yang tetap ekuivalen dengan muatan
negatif yang mengalir ke arah yang berlawanan, tampak seperti pada Gambar
7.2.Ketika membicarakan arus yang mengalir pada rangkaian, yang dimaksud adalah
arah aliran muatan positif.Arah arus yang identik dengan arah muatan positif
ini yang disebut arus konvensional.
Teori Arus Listrik. Ada beberapa teori yang berhubungan dengan arus
listrik yaitu seperti teori hukum ohm dan hukum kirchoff. Pada hukum ohm arus
listrik diartikan bahwa besarnya arus yang mengalir adalah hasil bagi antara
beda potensial dengan tahanan. Sedangkan pada hukum kirchoff menjelaskan
tentang arus listrik yang memasuki suatu titik percabangan.Semua teori adalah
benar dan sudah terbukti secara meyakinkan. Jika anda kurang percaya dengan
teori yang sudah baku, maka anda bisa melakukan praktek untuk melakukan
beberpaa pengujian dan pengukuran. Caranya buatlah beberapa variasi rangkaian
listrik, dan lakukan pengukuran pada setiap variasi, setelah itu cocokkan hasil
pengukuran dengan perhitungan secara teori.
Sumber Arus Listrik. Secara umum kita mengenal beberapa sumber yang
mampu menghasilkan arus lisrik yaitu seperti : generator listrik, batere
kering dan accumulato. Untuk batere dan accu hanya bisa menyediakan arus
listrik searah (dc).Untuk yang pembangkit generator itu contohnya listrik PLN.
Generator dikopel dengan turbin pada sistem pembangkit.Sistem pembangit bisa
dengan air (PLTA), uap (PLTU), gas (PLTG), surya (PLTS), nuklir (PLTN dan lain
sebagainya.
Kesimpulan
yang bisa ditarik secara sederhana tentang arus listrik :
Secara sederhana maka dapat kita simpulkan beberapa poin mengenai
arus lisrik ini.Memang ini adalah hasil analisa saya pribadi dan jika anda
tidak sepaham itu sah-sah saja.Karena masing-masing pendapat biasanya mempunyai
dasar pemikiran atau alasan tertentu.
Ø Arus listrik itu ibarat arus air yang mengalir, air mengalir dari
tempat tingi ke tempat rendah. Tapi arus listrik mengalir dari titik
berpotensial tinggi ke titik berpotensial rendah. Kuatnya arus air yang
mengalir juga sama perumpamaannya dengan kuat arus listrik yang mengalir.
Ø Arus listrik hanya akan mengalir jika terjadi perbedaan polaritas
(potensial) antara sautu titik dengan titik lainnya. Jika terjadi keseimbangan
maka, arus listrik tidak akan mengalir (lihat teori jembatan wheatstone).
Ø Arus terbagi dua yaitu arus searah (DC) dan arus bolak balik (AC)
Ø Arus mengalir bolak balik terjadi karena pada tegangan sumber
terjadi perubahan polaritas secara bolak-balik, bukan karena sifat arus
listriknya. Sifat dasar dari arus lisrik tetap mengalir dari daerah
berpolaritas tinggi ke polaritas rendah.
Ø Arus listrik yang masuk ke dalam titik percabangan, maka arus
tersebut akan berbagi. Artinya jumlah arus yang mengalir pada semua percabangan
adalah sama dengan arus sumber (sebelum memasuki titik percabangan), ini sesuai
dengan teori hukum kirchoff.
Ø Besarnya arus yang mengalir pada suatu rangkaian tergantung dari
besarnya beda potensial dan tahanan total yang ada dalam rangkaian. Ini sesuai
hukum ohm.
B.
HUKUM OHM DAN HAMBATAN LISTRIK
Hukum Ohm dan Hambatan Listrik pada Kawat Penghantar- Seperti telah
dijelaskan sebelumnya bahwa arus listrik mengalir dari potensial tinggi ke
potensial rendah. Dengan kata lain, arus listrik mengalir karena adanya beda
potensial. Hubungan antara beda potensial dan arus listrik kali pertama
diselidiki oleh George Simon Ohm (1787–1854). Beda potensial listrik disebut
juga tegangan listrik. Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa arus listrik
sebanding dengan beda potensial. Semakin besar beda potensial listrik yang
diberikan, semakin besar arus listrik yang dihasilkan. Demikian juga
sebaliknya, semakin kecil beda potensial yang diberikan, semakin kecil arus
listrik yang dihasilkan. Ohm mendefinisikan bahwa hasil perbandingan antara
beda potensial/tegangan listrik dan arus listrik disebut hambatan listrik.
Secara matematis ditulis sebagai berikut.
R = V / I
Dengan: R = hambatan listrik (ohm;Ω
),
V =
tegangan atau beda potensial listrik (volt; V), dan
I =
kuat arus listrik (ampere; A).
Sering juga ditulis dalam bentuk
V = IR …….. (8–4)
Dan dikenal sebagi hukum Ohm. Atas
jasa-jasanya, nama ohm kemudian dijadikan sebagai satuan hambatan, disimbolkan
Ω .
Hambatan
Listrik Konduktor
Pernahkah Anda memperhatikan laju kendaraan di jalan raya? Di jalan
seperti apa sebuah mobil dapat melaju dengan cepat? Ada beberapa faktor yang
memengaruhinya, di antaranya lebar jalan, jenis permukaan jalan, panjang jalan
dan kondisi jalan. Jalan dengan kondisi sempit dan berbatu akan mengakibatkan
laju mobil menjadi terhambat. Sebaliknya, jalan yang lebar dan beraspal mulus
dapat mengakibatkan laju mobil mudah dipercepat. Demikian pula, panjang jalan
akan memengaruhi seberapa cepat mobil dapat melaju. Ketika mobil dapat melaju
dengan cepat, dapat dikatakan bahwa hambatan jalannya kecil dan sebaliknya,
ketika laju mobil menjadi lambat karena faktor jalan, dapat dikatakan bahwa
hambatan jalannya besar.Kuat arus listrik dapat dianalogikan dengan laju mobil
di atas.
Kuat arus listrik akan kecil ketika melalui konduktor yang luas
penampangnya kecil, hambatan jenisnya besar, dan panjang. Sebaliknya, kuat arus
listrik akan besar ketika melewati konduktor yang luas penampangnya kecil,
hambatan jenisnya besar, dan pendek. Ketika kuat arus listrik kecil, berarti
hambatan konduktornya besar dan sebaliknya, ketika kuat arusnya besar, berarti
hambatan konduktornya kecil.Bukti percobaan menunjukkan bahwa luas penampang,
hambatan jenis, dan panjang konduktor merupakan faktor-faktor yang menentukan
besar kecilnya hambatan konduktor itu sendiri.Secara matematis, hambatan
listrik sebuah konduktor dapat ditulis sebagai berikut.
R = ρl/A
Dengan:R = hambatan listrik
konduktor (Ω ),
ρ =
hambatan jenis konduktor (m),
l =
panjang konduktor (m), dan
A =
luas penampang konduktor (m2).
C.
RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH
LISTRIK
ARUS SEARAH
Arus
listrik searah (Direct Current atau DC) adalah aliran elektron dari suatu titik
yang energi potensialnya tinggi ke titik lain yang energi potensialnya lebih
rendah.
Arus searah dulu dianggap sebagai arus positif yang mengalir dari
ujung positif sumber arus listrik ke ujung negatifnya.Pengamatan-pengamatan
yang lebih baru menemukan bahwa sebenarnya arus searah merupakan arus negatif
(elektron) yang mengalir dari kutub negatif ke kutub positif.Aliran elektron
ini menyebabkan terjadinya lubang-lubang bermuatan positif, yang “tampak”
mengalir dari kutub positif ke kutub negatif.
Contoh dari penggunaan listrik arus searah yaitu penyaluran tenaga
listrik komersil yang pertama (dibuat oleh Thomas Alfa Edison di akhir abad ke
19) menggunakan listrik arus searah.Generator komersiel yang pertama di dunia
juga menggunakan listrik arus searah.
Di tahun 1883, Nicola Tesla dianugerahi hak paten untuk penemuannya,
arus bolak-balik fase banyak. Pada bulan Mei 1883, dia menyampaikan kuliah
klasik kepada The American Institute of Electrical Engineers:”A New System of
Alternating Current Motors and Tranformers.”
Karena listrik arus bolak-balik lebih mudah digunakan dibandingkan
dengan listrik arus searah untuk transmisi (penyaluran) dan pembagian tenaga
listrik, di zaman sekarang hampir semua transmisi tenaga listrik menggunakan
listrik arus bolak-balik.
Walaupun begitu, pada saat pertama peluncuran arus listrik
bolak-balik, arus listrik searah masih tetap digunakan.Bahkan, ada yang tidak
mau menerima arus bolak-balik.
Dengan perkembangan teknologi elektronika saat ini, listrik arus
searah (DC) dapat dihasilkan dengan cara merubah Arus bolak-balik (AC) menjadi
Arus Searah (DC) dengan menggunakan suatu alat yang disebut Power Supply atau
Adaptor.
Sebagai dasar dari rangkaian Power Supply adalah sebuah komponen
diode yang dapat berfungsi sebagai penyearah, artinya adalah dapat merubah dan
menyearahkan arus bolak-balik (AC) menjadi Aru Searah (DC).
SUMBER-SUMBER
LISTRIK ARUS SEARAH
Semua sumber listrik yang dapat menimbulkan arus listrik tetap
terhadap waktu dan arah tertentu disebut sumber-sumber listrik arus
searah.Sumber listrik arus searah dibagi menjadi empat macam.
1.
Elemen Elektrokimia
Elemen elektrokimia adalah sumber listrik arus searah dari proses
kimiawi. Dalam elemen ini terjadi perubahan energi kimia menjadi energi
listrik.Elemen elektrokimia dapat dibedakan berdasarkan lama pemakaiannya
sebagai berikut.
1) Elemen Primer
Elemen primer adalah sumber listrik arus searah yang memerlukan
penggantian bahan setelah dipakai. Contoh elemen primer sebagai berikut:
a)
Elemen
Volta
Elemen volta adalah sejenis baterai kuno yang diciptakan oleh
Alesandro Volta.. Elemen volta masih diterapkan sampai saat ini. Meskipun
bentuknya sudah dimodifikasi. Elemen volta terdiri atas 2 elektroda dari logam
yang berbeda yang dicelupkan pada cairan asam atau larutan garam. Pada zaman
dahulu, cairan asam atau garam tersebut berupa kain yang dicelup dalam larutan
garam/asam.
b)
Elemen
Daniell
Penemu elemen daniel adalah John Frederic Daniell. Elemen Daniell
adalah elemen yang gaya gerak listriknya agak lama karena adanya depolarisator.
Depolarisator adalah zat yang dapat menghambat terjadinya polarisasi gas
hidrogen.Depolarisator pada elemen ini adalah larutan tembaga (sulfat).
c)
Elemen
Leclanche
Jenis elemen leclanche ada dua macam, yaitu elemen kering dan
basah, terdiri atas dua bejana kaca yang berisi:
Ø Batang karbon sebagai kutub positif (anoda)
Ø Batang seng sebagai kutub negatif (katoda)
Ø Batu kawi sebagai depolarisator
Ø larutan amonium klorida sebagai elektrolit
d)
Elemen
Kering
Elemen kering adalah sumber arus listrik yang dibuat dari
bahan-bahan kering yang tidak dapat diisi kembali (sekali pakai).Elemen ini
termasuk elemen primer. Contoh elemen kering antara lain, batu baterai dan
baterai perak oksida (baterai untuk jam tangan). Bahan untuk kutub positif
digunakan batang karbon, dan untuk kutub negatif digunakan lempeng seng.
2) Elemen
Sekunder
Elemen sekunder adalah sumber arus listrik yang tidak memerlukan
penggantian bahan pereaksi (elemen) setelah sumber arus habis digunakan.Sumber
ini dapat digunakan kembali setelah diberikan kembali energi (diisi atau
disetrum).
Contoh dari elemen sekunder yaitu akumulator (aki).Akumulator
adalah termasuk sumber listrik yang dapat menghasilkan Tegangan Listrik Arus
Searah (DC). Prinsip kerja dari aumulator adalah berdasarkan proses kimia.
Secara sederhana, prinsip kerja
akumulator dapat dijelaskan sebagai berikut.
a)
Pemakaian
Pada saat akumulator dipakai, terjadi pelepasan energi dari
akumulator menuju lampu.Dalam peristiwa ini, arus listrik mengalir dari kutub
positif ke pelat kutub negatif. Setelah akumulator dipakai beberapa saat, pelat
kutub negatif dan positif akan dilapisi oleh sulfat. Hal ini menyebabkan beda
potensial kedua kutub menjadi sama dan kedua kutub menjadi netral.
b)
Pengisian
Setelah kedua kutub netral dan arus tidak mengalir, kita harus
menyetrum aki agar dapat digunakan kembali. Pada saat aki diestrum, arah arus
berlawanan dengan pada saat digunakan,yaitu dari kutub negatif ke positif.
Contoh lainnya seperti batu baterai
yang digunakan pada telepon genggam (Hp), laptop, kamera, lampu emergensi dll.
2. Generator
Arus Searah
Generator arus searah adalah alat yang digunakan untuk mengubah
energi gerak (mekanis) menjadi energi listrik dengan arus searah. Generator DC
dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan dari rangkaian belitan magnet atau
penguat eksitasinya terhadap jangkar (anker), jenis generator DC yaitu:
1).
Generator penguat terpisah
2).
Generator shunt
3).
Generator kompon
Generator DC terdiri dua bagian, yang pertama stator, yaitu bagian
mesin DC yang diam, dan yang kedua, bagian rotor, yaitu bagian mesin DC yang berputar.
Bagian stator terdiri dari: rangka motor, belitan stator, sikat arang, bearing
dan terminal box.
Sedangkan bagian rotor terdiri dari:
komutator, belitan rotor, kipas rotor dan poros rotor.
Prinsip kerja generator ini adalah
induksi elektromagnetik (perubahan medan magnet yang terjadi pada kumparan
kawat sehingga terjadi arus listrik).
Pembangkitan tegangan induksi oleh
sebuah generator diperoleh melalui dua cara:
Ø dengan menggunakan cincin-seret, menghasilkan tegangan induksi
bolak-balik.
Ø dengan menggunakan komutator, menghasilkan tegangan DC.
D.
ENERGI LISTRIK DAN DAYA LISTRIK
Energi listrik
Energi listrikadalah energi utama yang dibutuhkan bagi peralatan listrik/energi yang tersimpan dalam arus listrik dengan satuan
amper (A)dan tegangan listrik dengan satuan volt (V) dengan ketentuan kebutuhan
konsumsi daya listrik dengan satuan Watt (W)untuk menggerakkan motor, lampu penerangan,
memanaskan, mendinginkan ataupun untuk menggerakkan kembali suatu peralatan
mekanik untuk menghasilkan bentuk energi yang lain.
Energi yang dihasilkan dapat berasal dari berbagai sumber, seperti air, minyak, batu bara, angin, panas bumi, nuklir, matahari, dan lainnya.
Energi ini besarnya dari beberapa Joule sampai ribuan hingga jutaan Joule.
Daya
listrik
Daya listrik didefinisikan sebagai laju hantaran energi listrik dalam sirkuit listrik.Satuan SI daya listrik adalah watt yang menyatakan banyaknya tenaga listrik yang mengalir
per satuan waktu (joule/detik).

3000 Watt 24 volt Inverter with
built in charger and transfer switch.
Arus listrik yang mengalir
dalam rangkaian dengan hambatan listrik
menimbulkan kerja.Peranti
mengkonversi kerja ini ke dalam berbagai bentuk yang berguna, seperti panas (seperti pada pemanas listrik), cahaya (seperti pada bola lampu), energi kinetik (motor
listrik), dan suara (loudspeaker).Listrik dapat diperoleh dari pembangkit
listrik atau penyimpan energi seperti baterai.
Perumusan matematis daya listrik
Dalam rangkaian listrik
Daya listrik, seperti daya mekanik, dilambangkan oleh huruf P dalam
persamaan listrik. Pada rangkaian arus DC, daya listrik sesaat dihitung menggunakan Hukum
Joule, sesuai nama fisikawan Britania James Joule, yang pertama
kali menunjukkan bahwa energi listrik dapat berubah menjadi energi mekanik, dan
sebaliknya.
E. TEGANGAN
AC DAN DC
Listrik merupakan energi yang dapat disalurkan melalui penghantar
berupa kabel, adanya arus listrik dikarenakan muatan listrik mengalir dari
saluran positif ke saluran negatif.Dalam kehidupan manusia listrik memiliki
peran yang sangat penting.Selain digunakan sebagai penerangan listrik juga
digunakan sebagai sumber energi untuk tenaga dan hiburan, contohnya saja
pemanfaatan energi listrik dalam bidang tenaga adalah motor listrik.Keberadaan
listrik yang sangat penting dan fital akhirnya saat ini listrik dikuasai oleh
negara melalui perusahaan yang bernama PLN.
Listrik sendiri dibagi menjadi dua jenis yaitu arus listrik AC dan
DC. Dalam artikel singkat ini kita akan membahas mengenai apa yang dimaksud
dengan arus listrik AC dan DC beserta contoh pemanfaatan keduanya. Untuk
memudahkan pembaca artikel ini akan saya bagi menjadi beberapa bagian, yang
pertama saya akan menjelaskan apa yang dimaksud dengan arus listrik AC dan
contoh penggunaannya, kemudian yang kedua saya akan membahas pengertian listrik
DC dan contoh penggunaannya.
Pengertian
Arus Listrik AC
Arus listrik AC (alternating current), merupakan listrik yang
besarnya dan arah arusnya selalu berubah-ubah dan bolak-balik. Arus listrik AC
akan membentuk suatu gelombang yang dinamakan dengan gelombang sinus atau lebih
lengkapnya sinusoida. Di Indonesia sendiri listrik bolak-balik (AC) dipelihara
dan berada dibawah naungan PLN, Indonesia menerapkan listrik bolak-balik dengan
frekuensi 50Hz. Tegangan standar yang diterapkan di Indonesia untuk listrik
bolak-balik 1 (satu) fasa adalah 220 volt.Tegangan dan frekuensi ini terdapat
pada rumah anda, kecuali jika anda tidak berlangganan listrik PLN.
Contoh
pemanfaatan listrik AC
Pemanfaatan listrik AC sebenarnya sangatlah banyak. Untuk
mempermudah sebenarnya anda dapat melihat barang-barang yang ada dirumah anda,
perhatikanlah bahwa semua barang yang menggunakan listrik PLN berarti telah
memanfaatkan listrik AC. Sebagai pengaman listrik AC yang ada dirumah anda,
biasanya pihak PLN menggunakan pembatas sekaligus pengaman yaitu MCB (miniature
circuit breaker). Meskipun demikian tak semua barang yang anda lihat
menggunakan listrik AC, ada sebagian barang yang menggunakan listrik PLN namun
barang tersebut sebenarnya menggunakan listrik DC, contohnya saja Laptop.Laptop
menggunakan listrik DC, listrik tersebut diperoleh dari adaptor yang terdapat
pada laptop (atau terdapat pada charger) tersebut. Jadi saat anda mengisi ulang
baterai laptop dengan listrik PLN (AC) maka adaptor didalam laptop akan merubah
listrik AC menjadi DC, sehingga sesuai kebutuhan dari laptop anda. Contoh
pemanfaatan energi listrik AC yang lain adalah: Untuk mesin cuci, penerangan
(lampu), pompa air AC, pendingin ruangan, kompor listrik, dan masih banyak
lagi.
Pengertian arus
listrik DC
Arus
listrik DC (Direct current) merupakan arus listrik searah.Pada awalnya aliran
arus pada listrik DC dikatakan mengalir dari ujung positif menuju ujung
negatif.Semakin kesini pengamatan-pengamatan yang dilakukan oleh para ahli
menunjukkan bahwa pada arus searah merupakan arus yang alirannya dari negatif
(elektron) menuju kutub positif.Nah aliran-aliran ini menyebabkan timbulnya
lubang-lubang bermuatan positif yang terlihat mengalir dari positif ke negatif.
Contoh
pemanfaatan listrik DC
Listrik DC (direct current) biasanya digunakan oleh perangkat
lektronika.Meskipun ada sebagian beban selain perangkat elektronika yang
menggunakan arus DC (contohnya; Motor listrik DC) namun kebanyakan arus DC
digunakan untuk keperluan beban elektronika. Beberapa beban elektronika yang
menggunakan arus listrik DC diantaranya: Lampu LED (Light Emiting Diode),
Komputer, Laptop, TV, Radio, dan masih banyak lagi. Selain itu listrik DC juga
sering disimpan dalam suatu baterai, contohnya saja baterai yang digunakan
untuk menghidupkan jam dinding, mainan mobil-mobilan dan masih banyak
lagi.Intinya kebanyakan perangkat yang menggunakan listrik DC merupakan beban
perangkat elektronika.
F. PENGUKURAN
BESARAN-BESARAN LISTRIK
Macam besaran listrik adalah banyak dan mempunyai satuan yang
bermacam-macam pula.Dengan demikian alat ukur yang dipergunakan untuk mengukur
besaran-besaran listrik tersebut juga bermacam-macam.
Besaran-besaran listrik yang banyak dijumpai dalam bidang industri,
perbengkelan ataupun keperluan-keperluan yang lain ialah : arus listrik,
tegangan, tahanan, daya dan sebagainya. Dalam pemakaian, besaran listrik diukur
dalam satuan praktis dan harga efektif.Untuk memudahkan dalam memahaminya,
tabel 1, di bawah ini memperlihatkan macam-macam besaran listrik beserta alat
ukur yang digunakannya dan satuan-satuannya (satuan praktis) serta symbol dari
alat-alat ukurnya.
BAB
III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Listrik Dinamis adalah listrik yang dapat bergerak, cara mengukur
kuat arus pada listrik dinamis adalah
muatan listrik dibagai waktu dengan satuan muatan listrik adalah coulumb dan
satuan waktu adalah detik.
Hukum Ohm, berbunyi “ Besar kuat arus listrik dalam suatu
penghantar berbanding langsung dengan beda potensial (V) antara ujung-ujung penghantar asalkan suhu penghantar tetap”
Hukum I Kirchoff, berbunyi“ Jumlah kuat arus listrik yang masuk
ke suatu titik simpul sama dengan jumlah
kuat arus listrik yang keluar darititik simpul tersebut”.
Hukum II Kirchoff, berbunyi “ Di dalam sebuah rangkaian
tertutup, jumlah aljabar gaya gerak
listrik ( ε ) dengan penurunan tegangan (IR) sama dengan nol”.
Penerapan
listrik dinamis dalam kehidupan sehari-hari salah saunya pada penggunaan bola lampu.
B.
SARAN
Semoga
materi didalam makalah ini bisa dirmanfaatkan dalam kehidupan kita tentang
listrik dinamis, arus listrik , rangkaian arus listrik ,tegangan AC dan DC
serta beberapa materi lain.
Krirtik serta saran yang membangun
saya harapkan dari semua pihak demi kesempurnaan makalah saya dikemudian
hari.Terima kasih.
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar