LANDASAN TEORI
Integrated Circuit atau disingkat
dengan IC adalah Komponen Elektronika aktif yang terdiri dari gabungan ratusan,
ribuan bahkan jutaan Transistor, Dioda, Resistor dan Kapasitor yang
diintegrasikan menjadi suatu Rangkaian Elektronika dalam sebuah kemasan kecil.
Sebelum ditemukannya IC, peralatan Elektronik saat itu umumnya memakai Tabung
Vakum sebagai komponen utama yang kemudian digantikan oleh Transistor yang
memiliki ukuran yang lebih kecil. Tetapi untuk merangkai sebuah rangkaian
Elektronika yang rumit dan kompleks, memerlukan komponen Transistor dalam
jumlah yang banyak sehingga ukuran perangkat Elektronika yang dihasilkannya pun
berukuran besar dan kurang cocok untuk dapat dibawa berpergian (portable).
Teknologi Integrated Circuit (IC)
atau Sirkuit Terpadu ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1958 oleh Jack
Kilby yang bekerja untuk Texas Instrument, setengah tahun kemudian Robert Noyce
berhasil melakukan fabrikasi IC dengan sistem interkoneksi pada sebuah Chip
Silikon. Integrated Circuit (IC) merupakan salah satu perkembangan Teknologi
yang paling signifikan pada abad ke 20.
Sebelum ditemukannya IC, peralatan
Elektronik saat itu umumnya memakai Tabung Vakum sebagai komponen utama yang
kemudian digantikan oleh Transistor yang memiliki ukuran yang lebih kecil.
Tetapi untuk merangkai sebuah rangkaian Elektronika yang rumit dan kompleks,
memerlukan komponen Transistor dalam jumlah yang banyak sehingga ukuran
perangkat Elektronika yang dihasilkannya pun berukuran besar dan kurang cocok
untuk dapat dibawa berpergian (portable).
Teknologi IC (Integrated Circuit)
memungkinkan seorang perancang Rangkaian Elektronika untuk membuat sebuah
peralatan Elektronika yang lebih kecil, lebih ringan dengan harga yang lebih
terjangkau. Konsumsi daya listrik sebuah IC juga lebih rendah dibanding dengan
Transistor. Oleh karena itu, IC (Integrated Circuit) telah menjadi komponen
Utama pada hampir semua peralatan Elektronika yang kita gunakan saat ini.
Tanpa adanya Teknologi IC (Integrated Circuit) mungkin
saat ini kita tidak dapat menikmati peralatan Elektronika Portable seperti
Handphone, Laptop, MP3 Player, Tablet PC, Konsol Game Portable, Kamera Digital
dan peralatan Elektronika yang bentuknya kecil dan dapat dibawa bepergian
kemana-mana. II
DAFTAR
ISI
LANDASAN
TEORI II
DAFTAR
ISI III
BAB I PENDAHULUAN IV
A.
LATAR
BELAKANG 4
B.
RUMUSAN
MJASALAH 4
C.
TUJUAN
DAN MANFAAT 4
BAB II PEMBAHASAN V
A.
PENGERTIAN
INTREGATED CIRCUIT (IC) 6
B.
JENIS
INTEGRATED CIRCUIT (IC) 7
C.
KEUNGGULAN IC 14
D.
KELEMAHAN IC 15
BAB III PENUTUP VI
A.
KESIMPULAN 16
B.
SARAN 16
DAFTAR
PUSTAKA VII
III
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Integrated Circuit atau disingkat
dengan IC adalah Komponen Elektronika aktif yang terdiri dari gabungan ratusan,
ribuan bahkan jutaan Transistor, Dioda, Resistor dan Kapasitor yang
diintegrasikan menjadi suatu Rangkaian Elektronika dalam sebuah kemasan kecil.
Sebelum ditemukannya IC, peralatan Elektronik saat itu umumnya memakai Tabung
Vakum sebagai komponen utama yang kemudian digantikan oleh Transistor yang
memiliki ukuran yang lebih kecil. Tetapi untuk merangkai sebuah rangkaian
Elektronika yang rumit dan kompleks, memerlukan komponen Transistor dalam
jumlah yang banyak sehingga ukuran perangkat Elektronika yang dihasilkannya pun
berukuran besar dan kurang cocok untuk dapat dibawa berpergian (portable).
Bahan utama yang membentuk sebuah
Integrated Circuit (IC) adalah Bahan Semikonduktor. Silicon merupakan bahan
semikonduktor yang paling sering digunakan dalam Teknologi Fabrikasi Integrated
Circuit (IC). Dalam bahasa Indonesia, Integrated Circuit atau IC ini sering
diterjemahkan menjadi Sirkuit Terpadu.
Tanpa adanya Teknologi IC (Integrated Circuit) mungkin
saat ini kita tidak dapat menikmati peralatan Elektronika Portable seperti
Handphone, Laptop, MP3 Player, Tablet PC, Konsol Game Portable, Kamera Digital
dan peralatan Elektronika yang bentuknya kecil dan dapat dibawa bepergian
kemana-mana. Mengenai IC yang sangat bermanfaat dan penting bagi kehidupan
manusia, maka penulis mencoba menyajikan makalah dengan judul “Intregated
Circuit (IC)”.
B. Rumusan
Masalah
1. Apa pengertian Integrated Circuit (IC) ?
2. Apa saja jenis-jenis Integrated
Circuit (IC) ?
3. Bagaimana cara kerja Integrated
Circuit (IC) ?
4. Apa kelebihan Integrated Circuit (IC) dibandingkan dengan komponen
elektronika lain?
5. Apa kelemahan Integrated circuit (IC) ?
C. Tujuan
dan Manfaat
1. Mengetahui pengertian Integrated
Circuit (IC).
2. Mengetahui jenis-jenis Integrated
Circuit (IC).
IV
3. Mengetahui cara kerja Integrated
Circuit (IC).
4. Mengetahui kelebihan Integrated
Circuit (IC) dibandingkan dengan
komponen elektronika lain.
5. Mengetahui kelemahan Integrated
circuit (IC).
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Intregated Circuit (IC)
Kita dapat mendefiniskan Rangkain
Terintregasi (Integrated Circuit-IC) sebagai komponen atau elemen mandiri di
atas permukaan yang kontinu membentuk rangkaian yang terpadu. Komponen atau
elemen tersebut dapat berupa diode, transistor, resistor, kapasitor dan lainnya
terdefinisi di atas wafer silicon atau bahan semikonduktor yang lain. Setelah
melalui proses pabrikasi yang kompleks akhirnya IC digunakan dalam rangkaian
yang terbungkus rapi dan mudah digunakan seperti gambar 1.
Gambar IC
Definisi lain dari Integrated
Circuit (IC) adalah Komponen Elektronika aktif yang terdiri dari gabungan
ratusan, ribuan bahkan jutaan Transistor, Dioda, Resistor dan Kapasitor yang
diintegrasikan menjadi suatu Rangkaian Elektronika dalam sebuah kemasan kecil.
Sebelum ditemukannya IC, peralatan Elektronik saat itu umumnya memakai Tabung
Vakum sebagai komponen utama yang kemudian digantikan oleh Transistor yang
memiliki ukuran yang lebih kecil. Tetapi untuk merangkai sebuah rangkaian
Elektronika yang rumit dan kompleks, memerlukan komponen Transistor dalam
jumlah yang banyak sehingga ukuran perangkat Elektronika yang dihasilkannya pun
berukuran besar dan kurang cocok untuk dapat dibawa berpergian (portable)
V
B.
Jenis Integrated Circuit (IC)
Berdasarkan Aplikasi dan Fungsinya,
IC (Integrated Circuit) dapat dibedakan menjadi IC Linear, IC Digital dan juga
gabungan dari keduanya.
1. IC LinearIC Linear atau disebut juga dengan IC Analog adalah IC
yang pada umumnya berfungsi sebagai :
a.
Penguat Daya (Power Amplifier)
b.
Penguat Sinyal (Signal Amplifier)
c. Penguat
Operasional (Operational Amplifier / Op Amp)
d. Penguat
Sinyal Mikro (Microwave Amplifier)
e. Penguat RF
dan IF (RF and IF Amplifier)
f. Voltage
Comparator
g. Multiplier
h.
Penerima Frekuensi Radio (Radio Receiver)
i.
Regulator Tegangan (Voltage
Regulator)
IC analog adalah IC yang tersusun
oleh beberapa rangkaian (linier) dan beroperasi dengan menggunakan sinyal
sinusoidal.
Macam-
macam IC analog (linier)
a. IC Op-Amp
Disebut amplifier operasional atau op-amp
merupakan salah satu jenis IC analog yang berfungsi sebagai rangkaian penguat.
IC Op- Amp, s dibedakan menjadi dua macam/jenis yaitu:
1) Op- Am Inverting
Op-amp inverting merupakan rangkaian penguat yang
tegangan keluarannya berbanding terbalik dengan tegangan masuknya. Sinyal masuk
ke op-amp inverting melalui input inverting dan menghasilkan keluaran dengan
sudut fase yang berkebalikan dengan sudut fase tegangan masukan. Besarnya
penguatan tergantung pada faktor penguatan (gain) yang dirumuskan sebagai
berikut:
Vout =
-(R2/R1)Vin
dengan:
Vout :
tegangan keluaran penguatan operasional (output)
Vin
: tegangan masukan (input)
R1
: hambatan ke-1 (ohm)
R2
: hambatan ke-2 (ohm)
2)
Op-Amp Non-Inverting
Penguat operasional non inverting termasuk dalam
sistem analog linier, yaitu sitem yang menghasilkan tegangan keluaran sebanding
dengan tegangan masukan yang diberikan. Penguat operasional non inverting
adalah penguat yang sinyal masukannya diberikan pada input non-inverting dan
menghasilkan output dengan sudut fase sama dengan sudut fase tegangan input.
Besarnya penguatan pada faktor penguatan (gain) yang dirumuskan sebagai
berikut:
Vout =
((Ri+R2)/R1)Vin
Dengan :
Vout
: tegangan keluaran penguatan operasional (output)
Vin
: tegangan masukan (input)
R1
: hambatan ke-1 (ohm)
R2
: hambatan ke-2 (ohm)
3)
IC timer 555
IC timer 555 merupakan IC linier
yang berfungsi sebagai rangkaian pewaktu monostable dan osilator estable. IC
555 merupakan jenis IC yang terkenal didalam dunia elektronika analog/linier.
Pada penggunaannya , IC 555 dapat dikategorikan dalam beberapa fungsi
rangkaian, antara lain sebagai berikut:
a) Rangkaian Monostable
Pada rangkaian monostable , IC 555
berfungsi sebagai penghasil pulsa diskrit. Pulsa akan dihasilkan pada saat IC
555 menerima siyal pemicu. Lebar pulsa yang dihasilkan dipengaruhi oleh
hubungan RC (resistor dan kapasitor). Pulsa akan berhenti setelah kapasitor
menerima 2/3 tegangan catu daya. Lebar pulsa dapat dimodifikasi dengan
mengubah nilai resistor (R) dan kapasitor (C) sesuai dengan rumus berikut:
t=1,1(RxC)
dengan:
t : tegangan pulsa (detik)
R : nilai resistor (ohm)
C : nilai kapasitor (farad)
t : tegangan pulsa (detik)
R : nilai resistor (ohm)
C : nilai kapasitor (farad)
b) Rangkaian Astable
Pada rangkaian astable, IC 555 berfungsi
sebagai penghasil sinyal kotak (pulsa) dengan frekuensi tertentu secara terus
menerus. R1 menghubungan Vcc dan pin7 (pin discharge), R2 menghubungkan pin
7(pin discharge), pin 6 (threshold), dan pin 2 (trigger). Kapasitor melakukan
pengisian pada R1 dan R2, serta hanya melakukan pengosongan pada R2. PO ada
rangkaian estable, frekuensi pulsa hanya dipengaruhi oleh nilai R1, R2, dan C.
Rumusan frekuensi pada rangkaian estable sebagai berikut:
f =
1/(In(2)xC(R1+R2))
Lebar pulsa
high dirumuskan sebagai berikut :
high =
In(2)x(R1+2R2)C
Lebar pulsa
low dirumuskan sebagai berikut :
low =
In(2)xCxR2
Dengan:
R : nilai resistor (ohm)
C : nilai kapasitor (C)
R : nilai resistor (ohm)
C : nilai kapasitor (C)
4) IC Power
IC Power merupakan jenis IC yang
beroperasi pada catu daya . Umumnya , IC power digunakan pada rangkaian
regulator, adaptor dan power supply.
2.
IC Digital
Perbedaan utama dari IC Linear dengan Digital ialah
fungsinya, dimana IC digital beroperasi dengan menggunakan sinyal kotak
(square) yang hanya ada dua kondisi yaitu 0 atau 1 dan berfungsi sebagai
switch/saklar, sedangkan IC linear pada umumnya menggunakan sinyal sinusoida
dan berfungsi sebagai amplifier(penguat). IC linear tidak melakukan fungsi
logic seperti halnya IC-TTL maupun C-MOS dan yang paling populer IC linier
didesain untuik dikerjakan sebagai penguat tegangan.
Dalam kemasan IC linier terdapat rangkaian linier,
dimana kerja rangkaiannya akan bersifat proporsional atau akan mengeluarkan
output yang sebanding dengan inputnya. Salah satu contoh IC linear adalah jenis
Op-Amp. IC Digital pada dasarnya adalah
rangkaian switching yang tegangan Input dan Outputnya hanya memiliki 2 (dua)
level yaitu “Tinggi” dan “Rendah” atau dalam kode binary dilambangkan dengan
“1” dan “0”.
IC Digital pada umumnya berfungsi sebagai :
1. Flip-flop
2. Gerbang
Logika (Logic Gates)
3. Timer
4. Counter
5. Multiplexer
6. Calculator
7. Memory
8. Clock
9. Microprocessor
(Mikroprosesor)
10. Microcontroller
Berbeda dengan IC analog (linier) ,
IC digital beroperasi pada tegangan 0 volt (low) dan 5 volt (high). IC digital
tersusun dari beberapa rangkaian logika AND, OR, NOT, NAND, NOR,dan XOR). IC
digital sering digunakan sebagai aplikasi sakelar cepat. Pada perkembangannya,
IC digital merupakan jenis yang paling banyak digunakan dalam segala bidang
elektronika, karena ukurannya kecil dan memiliki fungsi yang sangat lengkap.
Hal yang perlu dingat bahwa IC (Integrated circuit)
merupakan Komponen Elektronika Aktif yang sensitif terhadap pengaruh
Electrostatic Discharge (ESD). Jadi, diperlukan penanganan khusus untuk mencegah
terjadinya kerusakan pada IC tersebut.
IC yang paling banyak digunakan secara luas saat ini
adalah IC digital yang dipergunakan untuk peralatan komputer, kalkulator dan
system kontrol elektronik. IC digital bekerja dengan dasar pengoperasian
bilangan Biner Logic(bilangan dasar 2) yaitu hanya mengenal dua kondisi saja
1(on) dan 0(off).
Jenis IC digital terdapat 2(dua) jenis yaitu TTL dan
CMOS. Jenis IC-TTL dibangun dengan menggunakan transistor sebagai komponen
utamanya dan fungsinya dipergunakan untuk berbagai variasi Logic, sehingga
dinamakan Transistor.
Dalam satu kemasan IC terdapat beberapa macam gate
(gerbang) yang dapat melakukan berbagai macam fungsi logic seperti
AND,NAND,OR,NOR,XOR serta beberapa fungsi logic lainnya seperti Decoder,
Encoder, Multiflexer dan Memory sehingga pin (kaki) IC jumlahnya banyak dan
bervariasi ada yang 8,14,16,24 dan 40. Pada gambar diperlihatkan IC dengan
gerbang NAND yang mengeluarkan output 0 atau 1 tergantung kondisi kedua
inputnya.
IC TTL dapat bekerja dengan diberi tegangan 5 Volt.
Microprocessor
Microprocessor adalah alat
pemroses data yang merupakan pengembangan dari teknologi pembuatan Integrated Circuit (IC), Ada beberapa
peristilahan yang dipakai untuk menunjukan tingkat kepadatan (density) dari suatu chip IC, yaitu Small
Scale Integration (SSImengemas beberapa puluh transistor), Medium Scale
Integration (MSI-mengemas sampai beberapa ratus transistor), dan sekarang yang
sedang berkembang adalah Very Large Scale Integration (VLSImengemas puluhan
ribu sampai jutaan transistor).
Ultra-Large Scale
Integration (ULSI) meningkatkan jumlah tersebut menjadi jutaan. Kemampuan
untuk memasang sedemikian banyak
komponen dalam suatu keping yang berukurang setengah keping uang logam
mendorong turunnya harga dan ukuran komputer. Hal tersebut juga meningkatkan
daya kerja, efisiensi dan keterandalan komputer. Chip Intel 4004 yang dibuat
pada tahun 1971 membawa kemajuan pada IC dengan meletakkan seluruh komponen
dari sebuah komputer (central processing unit, memori, dan kendali input/output) dalam sebuah chip yang sangat
kecil. Sebelumnya, IC dibuat untuk mengerjakan suatu tugas tertentu yang
spesifik.
Sekarang, sebuah
mikroprosesor dapat diproduksi dan kemudian diprogram untuk memenuhi
seluruh kebutuhan yang diinginkan. Tidak
lama kemudian, setiap perangkat rumah tangga seperti microwave oven, televisi,
dan mobil dengan electronic fuel injection dilengkapi dengan mikroprosesor.
Contoh tentang teknologi ULSI, misalnya microprocessor jenis 8086 mengandung
40.000 buah transistor, 80286 terdiri dari 150.000 transistor, 80386 memuat
250.000 transistor, 80486 mempunyai 1,2 juta transistor, 80586 (Pentium) 3 juta
buah transistor lebih sedangkan Intel Core 2 Duo mempunyai 271 juta transistor
dan Intel Quad Core 2 Extreme yang terdiri dari empat inti prosesor.
Pengembangan lebih lanjut microprocessor 80 inti. Silahkan hitung sendiri
kandungan transistornya dan itu akan berkembang secara terus menerus.
Apabila terjadi permasalahan pada IC jenis TTL
maka sebaiknya dilakukan hal-hal sebagai berikut :
1. IC logika biasanya dikendalikan oleh suatu detak (Clock) dari sumber
detak (Oscilator). Periksa bagian-bagian pembangkit detak, misalnya IC NE 555.
Untuk memeriksa keluaran detak dari NE 555, periksa pin 3 dari IC NE 555, sudah
menghasailkan detak berupa pulsa atau belum.
2. Periksa jangan sampai ada kaki (pin) yang dalam keadaan mengambang. Kaki
masukan yang tidak terhubung kemana-mana
akan dianggap berlogika '1' oleh chip IC TTL.
b. IC- CMOS
Selain TTL, jenis IC digital lainnya adalah C-MOS
(Complementary with MOSFET) yang berisi rangkaian yang merupakan gabungan dari
beberapa komponen MOSFET untuk membentuk gate-gate dengan fungsi logic seperti
halnya IC-TTL. Dalam satu kemasan IC C-MOS dapat berisi beberapa macam
gate(gerbang) yang dapat melakukan berbagai macam fungsi logic seperti
AND,NAND,OR,NOR,XOR serta beberapa fungsi logic lainnya seperti Decoders,
Encoders, Multiflexer dan Memory.
Pada gambar diperlihatkan IC dengan gerbang NOR yang mengeluarkan
output 0 atau 1 tergantung kondisi kedua inputnya. IC C-MOS dapat bekerja
dengan tegangan 12 Volt.
Mempunyai
salah satu ciri dengan tegangan input lebih fleksibel yaitu antara 3,5 Volt
sampai 15 Volt akan tetapi, tegangan input yang melebihi 12 Volt akan
memboroskan daya. Ada beberapa hal yang perlu
dilakukan untuk menghindari kerusakan pada IC CMOS sebelum dipasangkan
kedalam rangkaian. Hal ini perlu dilakukan karena walaupun dari pabrik telah
diberi proteksi berupa dioda dan resistor dijalan masuknya namun usaha ini
belum menjamin seratus prosen. Tindakantindakan untuk menyelamatkan IC jenis
CMOS.
IC CMOS harus selalu disediakan
dengan kaki-kakinya ditanam dalam foil plastik menghantar, bukan pada busa atau
polistrin yang dikembangkan atau dalam bahan pembawa dari aluminium. IC CMOS
tidak boleh dikeluarkan dari dalam kemasannya sampai ia sudah siap untuk
dipasangkan pada rangkaian.
Berhati-hati untuk tidak menyentuh pin-pin (kaki) IC CMOS sebelum
dipasangkan pada rangkaian karena elektrostatik dari tangan manusia dapat
merubah dan menambah muatan oksidasi. IC CMOS harus merupakan komponen terakhir
yang dipasangkan pada papan rangkaian. Jangan
dimasukan atau ditanggalkan sementara tegangan catu daya disambungkan.
Gunakan pemegang atau soket IC yang vsesuai untuk menjaga kestabilan oksidasi
dan muatan dalam IC CMOS.
Kalau IC CMOS perlu dipasangkan pada papan rangkaian dengan langsung
disolder maka pakailah besi solder yang sangat kecil bocorannya serta solder
harus dibumikan. Meskipun IC CMOS tidak memiliki kekebalan sebagaimana IC jenis
lainnya. Masa genting dan mengkhawatirkan hanyalah ketika melepas IC CMOS dari
busa foil plastik pelindungnya dan ketika memasangkannya ke dalam rangkaian.
Setelah kedua pekerjaan itu terlampaui semua akan berjalan biasa-biasa saja.
Pada papan
rangkaian IC CMOS kaki-kaki yang tidak dipergunakan harus tetap diberi kondisi
tertentu, seperti '0' atau '1', tetapi tidak boleh dibiarkan tidak terhubung.
Apabila dibiarkan tidak terhubung, biasanya
IC CMOS akan cepat rusak. IC merupakan salah satu komponen elektronik
yang mudah rusak karena panas, baik panas pada saat disolder maupun pada saat IC bekerja. Untuk
menghindari kerusakan IC karena panas pada saat disolder maka perlu dipasang
soket IC, sehingga yang terkena panas kaki soketnya. Sedangkan untuk
menghindari kerusakan IC karena panas pada saat IC bekerja, maka pada IC perlu
dipasang (ditempelkan) plat pendingin dari aluminium atau tembaga yang biasanya
disebut heatsink.
IC telah digunakan secara luas diberbagai bidang,
salah satunya dibidang industri Dirgantara, dimana rangkaian kontrol
elektroniknya akan semakin ringkas dan kecil sehingga dapat mengurangi berat
Satelit, Misil dan jenis-jenis pesawat ruang angkasa lainnya. Desain komputer
yang sangat kompleks dapat dipermudah, sehingga banyaknya komponen dapat
dikurangi dan ukuran motherboardnya dapat diperkecil. Contoh lain misalnya IC
digunakan di dalam mesin penghitung elektronik(kalkulator), juga telepon
seluler(ponsel) yang bentuknya relatif kecil.
Di era teknologi canggih saat ini, peralatan
elektronik dituntut agar mempunyai ukuran dan beratnya seringan dan sekecil
mungkin, dan hal itu dapat dimungkinkan dengan penggunaannya IC.
Selain ukuran dan berat IC yang kecil dan ringan, IC juga memberikan
keuntungan lain yaitu bila dibandingkan dengan sirkit-sirkit keonvensional yang
banyak menggunakan komponen, IC dengan sirkit yang relatif kecil hanya
mengkonsumsi sedikit sumber tenaga dan tidak menimbulkan panas berlebih
sehingga tidak membutuhkan pendinginan (cooling system).
Pada uraian sebelumnya nampak seolah-olah IC begitu
sempurna dibanding komponen elektronik konvensional, padalah tak ada sesuatu
komponen yang tidak memiliki kelemahan.
Kelemahan IC antara lain adalah keterbatasannya di
dalam menghadapi kelebihan arus listrik yang besar, dimana arus listrik
berlebihan dapat menimbulkan panas di dalam komponen, sehingga komponen yang
kecil seperti IC akan mudah rusak jika timbul panas yang berlebihan.
Demikian pula keterbatasan IC dalam menghadapi
tegangan yang besar, dimana tegangan yang besar dapat merusak lapisan isolator
antar komponen di dalam IC Contoh kerusakan misalnya, terjadi hubungan singkat
antara komponen satu dengan lainnya di dalam IC, bila hal ini terjadi, maka IC
dapat rusak dan menjadi tidak berguna.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Komponen atau elemen mandiri di atas permukaan yang kontinu
membentuk rangkaian yang terpadu. Komponen atau elemen tersebut dapat berupa
diode, transistor, resistor, kapasitor dan lainnya terdefinisi di atas wafer
silicon atau bahan semikonduktor yang lain. Jenis IC secara garis besar ada dua
yaitu IC Linear (Analog) dan IC Digital. Kelebihan IC yaitu Selain ukuran dan
berat IC yang kecil dan ringan dan mengkonsumsi sedikit sumber tenaga dan tidak
menimbulkan panas berlebih sehingga tidak membutuhkan pendinginan (cooling
system). Kelemahan IC antara lain keterbatasannya di dalam menghadapi kelebihan
arus listrik yang besar, dimana arus listrik berlebihan dapat menimbulkan panas
di dalam komponen, sehingga komponen yang kecil seperti IC akan mudah rusak
jika timbul panas yang berlebihan
B. Saran
1. Manfaatkanlah waktu
dengan sebaik – baiknya.
2. Jangan mudah putus asa
bila mengalami kegagalan.
3. Bekerjalah dengan penuh
ketelitian.
VI
DAFTAR PUSTAKA
2.
http://teknikelektronika.com (Diakses 9 Maret 2015)
4.
http://retnoengineteacher.blogspot.co.id/2015/06/integrated-circuit-ic.html








Tidak ada komentar:
Posting Komentar